Kampung Dongeng Ciputat: Merawat Imajinasi, Menyemai Keceriaan Anak Bangsa
Dari cerita sederhana lahir ruang penuh imajinasi. Kampung Dongeng Ciputat bukan sekadar tempat anak bermain, melainkan ruang untuk menumbuhkan kreativitas, menanamkan nilai-nilai kehidupan, dan merawat keceriaan di tengah hiruk-pikuk kota.
Di tengah hiruk-pikuk kota Tangerang Selatan, tepatnya di Ciputat, ada sebuah "dunia" yang mungkin luput dari pandangan orang dewasa. Namun bagi anak-anak, tempat ini adalah gerbang menuju petualangan tanpa batas. Namanya Kampung Dongeng. Bukan sekadar taman bermain, tempat ini adalah ruang imajinasi yang dirancang untuk membuat anak-anak tersenyum, tertawa, dan yang terpenting, belajar.
Lebih dari Sekadar Tempat Bermain
Mendengar kata "Kampung Dongeng", mungkin yang terlintas di benak kita adalah sekumpulan anak yang duduk melingkar mendengarkan cerita. Anggapan itu tidak salah. Namun, siapa sangka, di balik kesederhanaannya, Kampung Dongeng Ciputat menyimpan daya tarik yang luar biasa bagi anak-anak di wilayah Tangerang Selatan. Seperti yang dilansir dari liputan Klikers Indonesia dalam program KLIKTV, Kampung Dongeng ini bukan hanya tempat rekreasi, ini adalah "wisata imajinasi" yang sangat digemari anak-anak (Klikers Indonesia, 2021). Di sini, mereka tidak hanya mendengarkan dongeng seru dari para pendongeng, tetapi juga menikmati berbagai wahana bermain yang edukatif. Suasana ceria dan penuh kehangatan begitu terasa begitu memasuki kawasan ini.
Kampung Dongeng Indonesia sendiri didirikan pada 18 Mei 2009 oleh sosok pendongeng nasional, Kak Awam Prakoso. Berawal dari kegelisahannya karena tidak mampu menjangkau seluruh anak Indonesia sendirian, ia menginisiasi komunitas relawan yang kini telah berkembang pesat (JawaPos, 2025). Hingga kini, komunitas ini telah memiliki lebih dari 60 cabang di berbagai daerah di Indonesia, dengan sekitar 250 relawan yang aktif mendongeng untuk anak-anak. Mimpi besarnya adalah membentuk 1.000 Kampung Dongeng untuk anakanak Indonesia (ANTARA News, 2019).
Di Ciputat, Kampung Dongeng menjadi pusat kegiatan yang menawarkan berbagai program edukatif dan rekreatif. Kegiatan seperti mendongeng, pelatihan, dan outbound dirancang untuk menumbuhkan kreativitas dan karakter positif (JawaPos, 2025). Berbagai program menarik seperti Pekan Ceria, Kampung Dongeng Keliling, hingga Kemah Dongeng menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga di Jabodetabek (Detik Travel, 2025).
Bertahan di Tengah Pandemi, Adaptasi yang Menginspirasi
Tantangan terbesar datang saat pandemi melanda. Hampir semua sektor kegiatan terhenti, termasuk dunia hiburan dan edukasi anak. Namun, semangat untuk terus menyebarkan keceriaan tidak pernah padam. Melalui liputan video yang dipublikasikan di kanal YouTube Klik TV, terlihat bahwa Kampung Dongeng tetap menjalankan aktivitasnya dengan adaptasi baru (Klik TV, 2021).
Mereka menggelar kegiatan mendongeng secara daring dan luring, tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat (Klikers Indonesia, 2021). Pendongeng-pendongeng di sana tetap bersemangat membawakan cerita-cerita yang menghibur, meski harus beradaptasi dengan layar gawai atau menjaga jarak.
Adaptasi ini bukan hal yang mudah. Butuh kreativitas dan dedikasi tinggi untuk tetap bisa menghadirkan keceriaan di tengah situasi yang serba tidak pasti. Namun, itulah yang dilakukan oleh Kampung Dongeng. Mereka membuktikan bahwa komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak tidak pernah surut, bahkan di masa-masa sulit.
Menanamkan Nilai-Nilai Luhur Melalui Cerita
Kampung Dongeng bukanlah sekadar tempat bermain biasa. Di balik keceriaan yang tercipta, ada nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak-anak. Melalui dongeng, mereka belajar tentang keberanian, kejujuran, dan cinta pada sesama. Cerita-cerita yang dibawakan tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan menumbuhkan imajinasi serta kreativitas.
Hal ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan manfaat mendongeng bagi perkembangan anak. Menurut National Association for the Education of Young Children (NAEYC), mendongeng berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berbahasa dan literasi, memperkuat keterampilan kognitif, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, serta membangun kecerdasan emosional dan ating anak (RRI, 2024). Dongeng juga dapat mengajarkan nilai-nilai seperti kasih ating, penghargaan terhadap orang lain, dan pentingnya menghormati orang tua (RRI, 2024).
Anak-anak yang datang ke sini pulang dengan kenangan indah dan cerita baru untuk dibagikan kepada teman-temannya. Orang tua pun merasa senang karena anak-anak mereka mendapatkan pengalaman bermain yang positif dan bermanfaat. Lebih dari itu, mereka juga belajar tentang pentingnya berbagi, bekerja sama, dan menghargai orang lain.
Jejaring yang Terus Bertumbuh
Salah satu hal menarik dari Kampung Dongeng adalah semangat inklusivitasnya. Komunitas ini bersifat terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi relawan, tanpa afiliasi dengan golongan, agama, atau partai politik apapun (JawaPos, 2025). Hal ini tercermin dari keberagaman latar belakang para relawannya. Ada Kak Agung, pendongeng asal Bandung yang bergabung sejak 2017 dengan keahlian ventriloquistnya. Ada pula Kak Ridho yang memulai perjalanan mendongengnya di Medan sebelum hijrah ke Ciputat, aktif dalam kegiatan trauma healing dan roadshow ke berbagai daerah. Tidak ketinggalan Kak Mutiara, duet pendongeng yang membawa inovasi dengan konsep duet dan telah tampil di berbagai acara, termasuk di rumah sakit (JawaPos, 2025).
Gerakan ini juga telah menyebar ke berbagai penjuru negeri. Di Aceh, komunitas Kampung Dongeng yang didirikan pada 2015 oleh Bunda Siti Nurhidayah kini telah memiliki lebih dari 200 titik di Indonesia. Mereka aktif menyebarkan pesan-pesan moral melalui program siaran RRI dan menggelar "Pekan Ceria" setiap bulan (RRI, 2024). Di Makassar, Dinas Perpustakaan setempat melibatkan 30 pendongeng untuk program Dongkelor (Dongeng Keliling Online dari Rumah) yang disiarkan melalui live streaming YouTube, dengan penonton yang bahkan mencapai Malaysia (ANTARA News, 2021).
Kampung Dongeng Ciputat adalah bukti bahwa kekuatan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari besarnya, tetapi dari bagaimana ia memberi dampak bagi sekitarnya. Melalui dongeng, mereka menghibur, mendidik, dan menyemai keceriaan bagi generasi penerus bangsa. Di tengah keterbatasan dan tantangan, mereka tetap berdiri tegak, menjadi oase imajinasi yang tak pernah kering.
Mari kita dukung dan lestarikan kegiatan seperti yang dilakukan Kampung Dongeng ini. Karena dari sinilah, dari imajinasi anak-anak, masa depan yang cerah akan terus tumbuh dan berkembang, seperti kata pepatah, "Anak-anak adalah masa depan bangsa." Dan Kampung Dongeng adalah salah satu tempat di mana masa depan itu mulai dibentuk, dengan cara yang paling menyenangkan yaitu bermain dan bercerita.
Referensi: - ANTARA News. (2019). Menghidupkan mimpi di Kampung Dongeng Indonesia. - ANTARA News. (2021). Perpustakaan Makassar libatkan 30 pendongeng untuk mendukung program Dongkelor. - Detik Travel. (2025). Kampung Dongeng Tangsel, Wisata Keluarga Tempat Anak Bebas Berimajinasi. - JawaPos. (2025). Kampung Dongeng Indonesia Ciputat: Menyemai Imajinasi dan Karakter Anak Bangsa. Tangsel Jawapos. - Klikers Indonesia. (2021). KLIKTV: Kampung Dongeng Ciputat, Wisata Imajinasi Anak. Diakses dari https://www.klikers.id/read/klik-tv/kliktv-kampung-dongeng-ciputat-wisata-imajinasianak/ - Klik TV. (2021). Kampung Dongeng Ciputat | Wisata Imajinasi Anak [Video]. YouTube. https://youtu.be/NvPAqz7_KWE - RRI. (2024). Faedah Dongeng Pengantar Tidur Bagi Anak (Sumber: NAEYC). - RRI. (2024). Perjalanan Komunitas Kampung Dongeng Aceh dalam Meningkatkan Literasi Anak.-
