Bung, Ayo Bung!

Menabung untuk Berkurban

Berawal dari keinginan sederhana untuk berkurban, tujuh anak di Cibogor rela menyisihkan uang jajan mereka selama berbulan-bulan. Ketekunan mereka berhasil mengumpulkan Rp14 juta akhirnya mengetuk hati seorang penjual sapi, yang turut membantu agar niat baik itu dapat terwujud.

rreginamaulida|6 Oktober 2026·2 menit baca
Menabung untuk Berkurban
7 Bocah Inspiratif yang Menabung untuk Berkurban Foto: Generate by AI

Di Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat, terdapat tujuh anak yang berinisiatif menabung, meyisihkan uang jajannya untuk satu niat sederhana tetapi sangat berarti, yaitu membeli hewan kurban. Keinginan tersebut pertama kali muncul dari salah satu dari mereka yang kemudian mengajak enam temannya untuk ikut menabung bersama.

Setiap hari, mereka menyisihkan sebagian uang jajan dan mengumpulkannya sedikit demi sedikit. Mereka melakukan hal tersebut dengan penuh semangat dan kesabaran.

Tidak terasa, selama 10 bulan mereka berhasil mengumpulkan uang hingga mencapai sekitar Rp14 juta.

Uang yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli seekor sapi kurban. Meskipun uang yang mereka miliki belum cukup untuk membeli sapi yang harganya sekitar Rp21 juta, mereka tidak menyerah dan tetap berusaha mewujudkan keinginan tersebut.

Kisah mereka bahkan membuat penjual sapi ikut terharu. Melihat semangat dan ketulusan anak-anak tersebut, penjual akhirnya memberikan potongan harga sehingga mereka dapat membeli sapi kurban dengan uang yang telah mereka kumpulkan.

Perjuangan tujuh anak ini menunjukkan bahwa sesuatu yang besar bisa dimulai dari hal yang kecil. Hanya dengan menyisihkan uang jajan sedikit demi sedikit, mereka berhasil mewujudkan sebuah niat baik yang sebelumnya mungkin terasa sulit.

Kisah ini juga mengajarkan pentingnya kerja sama, kesabaran, dan keikhlasan. Mereka tidak hanya menabung untuk diri sendiri, tetapi bersama-sama berusaha melakukan sesuatu yang bermanfaat dan memiliki makna bagi orang lain.

Dari kisah tersebut, kita dapat belajar bahwa usia bukanlah alasan untuk menunggu momen pas melakukan kebaikan. Selama memiliki niat yang baik, kemauan untuk berusaha, dan tidak mudah menyerah, siapa pun dapat melakukan sesuatu yang berarti.