Berawal dari Kasir Sampai Jadi Pengusaha
Dulu berdiri di balik mesin kasir demi membantu keluarganya melunasi hutang. Kini, Kia Raya justru berdiri sebagai pengusaha. Perjalanannya membuktikan bahwa keberhasilan bisa berawal dari langkah yang sangat sederhana.
Setiap orang memiliki titik awalnya sendiri dalam hidup. Ada yang memulai dengan kemudahan, dan ada pula yang harus berjuang sejak usia muda. Kisah Kia Raya menjadi salah satu cerita yang mengingatkan kita bahwa keadaan sulit bukan berarti masa depan harus berakhir sulit.
Sejak masih remaja, Kia harus ikut membantu ekonomi keluarga. Setelah ayahnya meninggal, keluarganya terlilit hutang. Pada 2012, ia kemudian bekerja sebagai kasir di Indomaret untuk membantu melunasi utang orangtuanya.
Di balik seragam biru-merah sebagai kasir, tersimpan sebuah mimpi besar: memiliki kehidupan yang lebih baik.
Perjalanan Kia bersama suaminya, Bari, ternyata tidak langsung berjalan mulus. Setelah menikah, mereka mencoba berbagai usaha, mulai dari berjualan pakaian secara online hingga membuka angkringan. Tidak semuanya berhasil.
Namun, kegagalan tidak membuat mereka berhenti mencari jalan.
Sampai akhirnya mereka melihat peluang dari usaha makanan sederhana, yaitu mi lidi. Dengan modal yang disebut sekitar Rp100.000, mereka mulai membuat bumbu sendiri dan memasarkannya secara online.
Usaha kecil tersebut perlahan berkembang. Produk yang kemudian dikenal dengan nama Lidi Si Umang mendapatkan pasar yang semakin luas. Usaha tersebut mampu mencapai penjualan hingga 16.000 bungkus per hari dan berkembang menjadi sebuah pabrik yang mempekerjakan banyak karyawan.
Acapkali kita tidak selalu bisa memilih dari mana kita memulai, tetapi kita masih bisa berusaha menentukan ke mana kita akan melangkah.
Kia pernah berada di balik mesin kasir. Hari ini, ia justru menjadi pengusaha dan bahkan memiliki franchise Indomart.
Perjalanan seperti ini menunjukkan bahwa pekerjaan sederhana tidak pernah membuat seseorang menjadi rendah. Justru dari pekerjaan itulah seseorang bisa belajar tentang disiplin, tanggung jawab, pelayanan, kerja keras, dan bagaimana memahami kebutuhan orang lain.
Karena itu, terkadang langkah pertama yang kecil jauh lebih berarti daripada rencana besar yang tidak pernah dimulai.
